Categories
Uncategorized

IPTWI wadah resmi pengusaha angkutan wisata

Dalam melaksanakan usaha, kompetisi serta persaingan usaha sering membuat para pengusaha enggan silih berbicara. Kebalikannya, terkadang malah silih menghindar. Keadaan ini sangat tidak menguntungkan buat kelangsungan usaha dalam jangka panjang, paling utama di masa disrupsi semacam saat ini. Sebab itu, para pengusaha bis yang bergerak di zona sewa bus wisata mulai bergerak serta berkumpul, silih bertukar data buat memajukan bidang usaha yang mereka geluti.

“ Awal mulanya Perkumpulan Transportasi Wisata Indonesia( PTWI) pada Oktober 2016 kemudian ini sebab terdapat semangat dari kanak- kanak muda buat membuat wadah. Sesuatu hari kami berkumpul bersama- sama mangulas apa saja perihal yang terdapat di seputar kami. Sehabis dialog semalaman, kami setuju membentuk Jalinan Pengusaha Transportasi Wisata Indonesia disingkat IPTWI, dahulu namanya belum PTWI,” kata Pimpinan Universal PTWI, Yuli Sayuti, di sela- sela peringatan HUT ke- 2 PTWI di Serpong, Tangerang Selatan

IPTWI jadi cikal bakal organisasi yang setelah itu dikukuhkan lewat akta notaris jadi Perkumpulan Transportasi Wisata Indonesia. Bagi Yuli, pertemuan awal itu berujung pada komitmen membentuk organisasi yang dapat mendesak kemajuan usaha bersama para anggotanya. Terdapat 23 pengusaha yang perusahaannya terdaftar di PTWI serta masih terdapat 9 pengusaha yang lain yang masih dalam proses bergabung dalam keanggotaan.

Bagi Wakil Pimpinan PTWI, Randy Lionardy, komunikasi serta interaksi pengusaha bis pariwisata pernah hadapi pasang surut. Awal mulanya terdapat 19 industri yang turut mengagas, terdapat sebagian yang melanjutkan komitmen serta terdapat yang menyudahi di tengah jalur. Ia bersyukur, bersamaan berjalannya waktu anggota PTWI meningkat serta saat ini terdapat 23 anggota senantiasa serta 9 yang masih dalam proses.“ Kami terdapat pertemuan teratur, umumnya diisi dengan silih berkunjung ke garasi tiap- tiap. Di sana kami silih bertukar data serta berdikusi bersama,” kata Randy menarangkan.

Anggota PTWI antara lain, Virgo Transport, PT. Semanta Mulia Transport, Medal Jaya, Saner Holiday, ESEM Abadi, Cipta Karunia, Mega Citra Wisata, Luthansa, Kanaya, RK Trans, William Trans, Wandi Trans, PT. Metro Multi Transportasi, Sky Blue, Melody Transport, Koswara Trans Siena Wisata serta Adhi Prima. 2 anggota PTWI, PT. Semanta Mulia Transport serta PT. Metro Multi Transportasi pula tercatat dalam keanggotaan Jalinan Pengusaha Otobus Muda Indonesia( IPOMI). Randy mengakui, pola ikatan antar anggota di PTWI mengadopsi pola ikatan yang telah berjalan di IPOMI sehingga dapat terasa khasiatnya buat anggota.

Belum lama ini, bagi Randy, mereka silih menunjang buat kepengurusan administrasi di Departemen Perhubungan. Ia mengatakan, banyak anggota PTWI yang hadapi hambatan terpaut perizinan lewat jaringan internet. Pada Mei kemudian, kesimpulannya dengan atas nama PTWI serta diiringi sebagian anggotanya, proses itu dapat dilalui.“ Kami mengundang Departemen( Perhubungan) melaksanakan workshop buat pelatihan tentang program( perizinan) tersebut. Lumayan sukses, 95 persen anggota PTWI telah sukses menuntaskan perizinan via online,” kata Randy.

Sepanjang peringatan HUT ke- 2 PTWI, mereka yang muncul, baik undangan ataupun anggota PTWI nampak berbaur. Dialog santai ini jadi jembatan komunikasi dalam menjalakan ikatan di antara pelakon usaha transportasi, spesialnya yang bergerak di bidang angkutan wisata. Randy mengatakan, bermacam- macam perihal dapat dicoba, mulai silih menolong bila terdapat anggota yang armadanya bermasalah di jalur sampai melaksanakan perundingan dengan para pemasok benda buat kepentingan bersama.

Dalam sambutan perayaan HUT ke- 2 PTWI, Yuli Sayuti apalagi melaporkan harapan anggota PTWI supaya kebijakan tentang pembatasan usia kendaraan dapat ditambah. Ketentuan Departemen Perhubungan menyebut, usia kendaraan 10 tahun.“ Kalo boleh kami memohon kelonggaran sampai 15 tahun. Sebab investasi satu unit bis tidak sedikit. Umumnya kami mencicil pinjaman sampai 3- 5 tahun, perhitungan sampai modal kembali umumnya di tahun ke 7, serta kami cuma menikmati keuntungan 3 tahun. Kalo boleh kami berharap usianya dapat lebih panjang,” kata Yuli di hadapan Direktur Angkutan Multi Moda, Ditjen Perhubungan Darat, Kemenhub, Ahmad Yani.

Ahmad Yani mengaku bahagia dapat berbicara dengan organisasi yang mewadahi pengusaha bis. Bagi ia, Kemenhub hendak dimudahkan melaksanakan sosialisasi program- program revisi layanan angkutan bis.“ PWTI ini asosiasi pengusaha bis yang bergerak di angkuta wisata yang awal kami temui. Dengan terdapatnya asosiasi ini kami mau menjalakan silaturrahmi, silih memahami serta menjajaki, dari sana hendak timbul ide- ide revisi angkutan bis masa depan,” kata ia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *